merapihkan rumah tak kunjung datang
seperti biasanya… padahal tadinya aku
mau “bongkar rumah” (tradisi turunan
dari alm.papa yang suka banget
bersih2 rumah), karena udah lama
rasanya ga bersih2 rumah mpe ke
belakang lemari pakaian di
kamar…. karena idup bersih itu penting
minimal sebulan sekali rumah harus
ditata ulang lagi biar ga bosen
diliatnya…. .tapi ya sudahlah pasti si bibi
punya alasan yang masuk akal mpe ga
bisa masuk. Akhirnya aku minta
bantuin “mba” yang biasa bantu-bantu
dirumah mama ku….
Perawakannya kecil dan agak sedikit
gempal, rambut ikalnya panjang
terurai,mimik wajahnya polos dan
masih kekanakan namanya santi, usia
nya ya Allah baru 13….aku minta
bantuannya hari itu karena aku sudah
kepalang tanggung dengan rencana
“bongkar rumah” dan ga mungkin
ngelakuinnya sendirian karena banyak
yang mau dikerjain hari itu…. .sedang
sudah dari pagi suami ku sudah
standby di bengkel jadi ga mungkin
bantu juga.
Seperti biasa setiap ketemu aku pasti
senyumnya menyeringai lebar dan
dengan kencengnya suka teriak “kakak -
kakak” kali ini pun sama, dengan suara
double stereo dia manggil-manggil aku
didepan pagar…alhamd ada yang
bersedia bantu aku hari ini buat
ngejalanin rencana awalku saat
weekend.lets do it…… :O)
Rumahku ga gede hanya cukup untuk
aku dan suamiku, tapi disinilah
istanaku tempat aku melakukan segala
aktivitas mulai dari mata terbuka
sampai terpejam, makanya rumahku
harus selalu rapih dan bersih biar ga
banyak debu, kotoran n sumber
penyakit (padahal aku masih sering
sakit juga hehehe virus oh virus).
Dan “pertempuran” pun dimulai, start
aku mulai bongkar lemari pakaian2
yang udah ga kepakai aku sisihkan,
beberapa pakaian jaman aku kurus
dulu ternyata banyak yang muat di
santi hahahaha ternyata dulu aku
kurus benerrrr sekarang gede
beneeeeeer hahahaha. Sambil “rapih-
rapih” session Tanya jawab pun
dimulai……mula nya aku hanya
bertanya usianya berapa dan betapa
takjubnya aku begitu dia menyebut
angka “keramat” 13…. HAH too young
batin aku… .session Tanya jawab n
dilanjut session curcol pun
berlanjut…… .
Ayahku Cuma pemulung
kak… .wajahnya sedikit serius…. ibuku
tidak mampu bekerja apapun diluar
rumah setelah jatuh sakit beberapa
tahun lalu, adikku ada 3 dan masih
kecil2 kak… .wajahnya semakin
menegang… ..sambil terus rapih- rapih
percakapan kami berlanjut, saya tidak
mampu melanjutkan sekolah sama
sekali setelah dari SD kak…padahal
saya ingin sekolah terus tapi orang tua
tidak mampu, saat SD pun itu karena di
biayai orang, orang tua sama sekali
tidak punya uang untuk membiayai
bahkan untuk uang saku saja tidak
mampu apalagi biaya sekolah yang
makin mahal, bahkan kak pernah suatu
kali saya ke sekolah jalan kaki dari jam 5
pagi saking ga punya ongkosnya n
sekolah nya jauuuuh biar ga telat mpe
sekolah (HAH Zaman udah canggih gini
masih ada yang jalan kaki mau
kesekolah ckckckckck) ………aku jadi
teringat janji pemerintah untuk
memberikan bantuan operasional
sekolah untuk memurahkan biaya
sekolah….kemana janjinya ya?????
Cerita berlanjut bagaimana ia berusaha
sekuat tenaga mencari uang
membantu orang tua, ternyata
“bekerja dirumah mama ku juga bukan
tempat pertama baginya” ia pernah
kerja sebelumnya di daerah tanah
abang tapi majikannya galak ia pernah
disiram bubur… disuruh angkat air
galon kelantai atas mpir tiap hari
padahal tubuhnya kecil, gajinya keciiiiiiil
juga sering tidak diberikan tepat waktu,
kerjanya bisa lebih dari 14jam
perhari… ..aw… aw… aw…. .cerita lama
seputar pembantu di Indonesia….klise
mungkin tapi tetap membuat hati ku
miris… ..di usia sekecil itu baru lulus SD
udah harus jadi pembantu fenomena
yang udah dianggap sebelah mata
oleh banyak pihak……… .lagi2 inget
kasus TKI kita yang kerja diluar negeri
yang punya nasib yang
tragis………”Angkat topi buat kalian
semua pahlawan devisa Indonesia”.
Beberapa pindah kerja sudah
dijalaninya (ehm nyaingin gw niy kutu
loncat juga hehehe)… .rata2 bercerita
kurang baik, bahkan yang terakhir
sempet bikin ia jatuh sakit…… .ehm
memang seusia dia harusnya sekolah,
main, n belajar bukan kerja… .yah walo
masih lebih baik dibanding anak2
jalanan yang kadang masih balita udah
ngamen…tapi tetep aja cerita kayak
gitu bikin aku miris…… .
Santi oh santi…. Biarpun dia tidak bisa
mampu meneruskan sekolah tapi di
masih bisa mengajar mengaji… .dia
berceloteh dengan naifnya “saya boleh
miskin harta kak, tapi jangan sampai
miskin iman…. biar saya Cuma lulus SD
tapi saya sudah 3kali khatam quran
dan saya merasa harus mengajari
adik2 saya mengaji
juga”…..Subhanallah ….saya juga
pengen kursus jait kak, uang hasil
keringat saya saya sisihkan sedikit kak
biar bisa ikut kursus jait sisanya untuk
ibu saya dan adik2 saya... MasyaAllah.
Ternyata diluar sana masih banyak
cerita menyedihkan, selama ini aku
selalu mengeluh dengan segala
masalah dan ujian yang Allah berikan
padaku….aku kurang bersyukur
ternyata masih ada yang lebih kurang
beruntung dari padaku atau yang
lainnya… ..
Seharusnya aku bersyukur bisa tidur
nyenyak diatas kasur springbed
dibanding mereka yang harus tidur
diatas tikar…
Seharusnya aku bersyukur masih bisa
makan enak tiap hari dibanding
mereka yang bahkan kadang tidak bisa
makan
Seharusnya aku bersyukur bisa
mengenyam pendidikan tinggi
dibanding mereka yang tidak bisa
bersekolah padahal berkeinginan kuat
ingin melanjutkan sekolah.
Seharusnya aku bersyukur memiliki
keluarga dan orang tua yang
mensupportku dalam segala hal
dibanding mereka yang harus
menyerah pada nasib karena
keluarganya tak berdaya….
Santi kecil yang lugu dan polos telah
menyadarkanku dengan
ceritanya… ..sambil terus beres2 rumah
telah terbangun suatu ikatan diantara
kami…. Yang tanpa sadar telah
membangunkan hati nuraniku sebagai
manusia biasa,andai aku bisa
membantu mu lebih jauh… .atau
membantu orang-orang bernasib
serupa dengan mu… .karena ternyata
kami terlalu egois dan angkuh hingga
tidak pernah2 benar peduli atas cerita
mu atau orang2 seperti
mu… .MAAFKANLAH kami santi
maupun santi-santi lainnya diluar
sana……kau tetap ceria dan semangat
walaupun di usia sekecil mu kau harus
menanggung beban yang begitu
berat… .
Terimakasih santi-ku…… ..ternyata kau
bukan hanya membantu
membersihkan rumahku hari itu tapi
membantu membersihkan hati ku
juga……alhamdullilah.
Published with Blogger-droid v1.7.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar